Perasaan Papa

 Bagaimana perasaan saya selama menulis jurnal?

Hmmm pertanyaan yang menarik dan menggelitik, dan  inilah keluh kesah saya selama beberapa hari terakhir.

Setelah kehadiran Aruna banyak hal dalam hidup kami yang berubah. Sebelumnya tidur kami normal dan sekarang tidak sama sekali. Seperti memiliki anak pertama lagi, karena jarak umur yang hampir 8 tahun dengan kakaknya, Kamila.

Letih, kurang tidur, dan sakit batuk berakibat semua proses selain mengurus anak terasa sangat sulit dilakukan. Menulis jurnal misalnya, perlu energi ekstra untuk mengingat dan merangkai kata di saat malam setelah seharian bergelut dengan pekerjaan sehari hari. 

Saat menulis jurnal, saya hanya menggunakan ponsel, mencoba mengingat apa yang terjadi hari ini atau kemarin jika saya lupa menulis jurnal di ponsel. Awalnya ada kekhawatiran adanya kesalahan penulisan, atau penggunaan ejaan kata yang tidak baku, namun teringat jika ini adalah cerita saya juga, maka saya kesampingkan keraguan-keraguan itu dan tetap menulis. Saya berharap saat kegiatan menulis jurnal ini usai, saya masih tetap bisa menyempatkan menulis tentang keluarga kecil saya, dan menjadi kenangan manis buat kami saat anak-anak mulai beranjak remaja.

Comments

Popular posts from this blog

Menu Makanan

Beribadah