#1 Kegiatan Keluarga

By Mama

Akung sudah kembali ke Solo hari Rabu minggu lalu, rutinitas kami dan kemandirian Kamila kembali lagi seperti sebelumnya. Pagi ini dimulai dengan Kamila bangun dan masuk kamar Mama karena mendengar suara tangisan adiknya. Kebiasaan baru Kamila adalah setiap mendengar adik Aruna menangis Kamila akan bergegas datang dan mencoba menghibur adik sebisanya baik dengan bilang "cup cup...Aruna jangan menangis lagi, kakak Kamila disini kok" atau menyanyikan lagu karangannya sendiri. 


Lalu Kamila mandi pagi dengan dibumbui sedikit drama karena ia ingin ditemani Papanya di kamar mandi.

"Papa jangan pergi, Papa disini saja. Kalau ga disini aku nangis loh", ancam Kamila. (maksudnya minta ditungguin).

"Kamila sudah gede loh, sudah bisa mandi sendiri kok masih minta ditemani? Malu dong sama teman-teman!", jawab Papa. 


Kamila sudah sering diberi pengertian oleh Mama Papa kalau Kamila harus lebih mandiri saat mandi karena sudah mau 8 tahun dan sudah menjadi kakak. Tapi terkadang sifat manjanya muncul. Sambil masih terlihat enggan, Kamila tetap melanjutkan mandinya. Selesai mandi Kamila memilih bajunya sendiri dan memakainya. Kemudian giliran adik Aruna yang mandi. 


Setelah mandi Kamila disuruh Papa membaca buku sebelum memegang HP. Kamila agak ngambek karena ingin segera nmain game. Lalu Mama punya ide untuk mengajak Kamila membacakan cerita buat adik Aruna yang habis mandi dan mau tidur. Dengan semangat (dan sudah lupa dengan ngambeknya) Kamila membacakan 1 cerita berjudul "Semangat Anak Gajah" untuk Aruna yang sudah mulai tertidur. Saat membaca cerita suara Kamila kadang meninggi dan harus diingatkan untuk memelankan suaranya agar adik tidak kaget. 

Mama: "Kamila, membacanya jangan keras-keras dong. Nanti adik kaget".

Kamila: "Nanti Aruna bangun ya?"

Mama: "Hu um".


Setelah membaca cerita, Kamila minta makan ke Papa. Papanya sigap langsung membuatkan telur mata sapi dan menyiapkan makan untuk Kamila. Kamila menepati janjinya untuk makan sendiri setelah Akung pulang. Kami makan di ruang keluarga sambil nonton TV. Kamila makannya memang cukup lama karena sambil nonton video dan ia tambah hingga 2x. Saat Mama sudah selesai makan dan mumpung adik sedang tidur di sofa, Mama menemani Kamila sambil melipat pakaian yang sudah kering. Sesekali, Papa menggendong adik kalau terbangun.


Sayangnya, dengan pandemik yang mulai tinggi lagi, kolam renang pun ditutup kembali. Kamila dan Papa yang awalnya mau berenang tidak jadi. Hingga situasi dianggap aman kembali, kami tidak boleh menggunakan kolam renang dan area bermain.


Jam main HP Kamila hari ini adalah jam 12 dan tidur siang jam 2. Saat main HP Kamila mengingatkan Mama tentang hari ulang tahunnya.

Kamila: "Mama, 6 hari lagi Kamila ulang tahun. Nanti lihat-lihat mainan di HP Mama trus nanti Kamila pilih yang mana trus nanti Mama beli, ya?" 

Mama: "Ya, tapi nanti sore habis bangun tidur ya".

(Duh, Kamila tahu kebiasaan Mama belanja di online shop nih, jadi anaknya tahu dech bisa beli lewat HP 😅).

Kamila: "Belinya yang cepet ya, biar datangnya ga telat".

Mama: Senyum sambil mangguk-mangguk aja 🥲


Jam 2 Kamila tidur siang ditemani Papa. Setelah bangun, sambil mata masih kelihatan mengantuk Kamila ke kamar Mama dan langsung menagih "acara pilih mainan" nya. 


"Mama, ayo lihat-lihat mainan di HP Mama" 


Malamnya Mama dan Kamila duduk di sofa, Kamila menyandarkan kepalanya di pundak Mama sambil melihat-lihat gambar mainan di online shop. Setiap ia tertarik dengan sebuah mainan, ia akan bertanya dan berdiskusi dengan Mama, boleh atau tidaknya beli mainan itu. Misal tidak boleh saya akan menjelaskan alasannya. Untuk setiap mainan yang boleh, Kamila akan menulisnya di kertas. Ya, ia membuat daftar 8 mainan yang ia inginkan sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke-8 tanggal 4 Juli nanti. 


Malamnya, Kamila telepon Akungnya. Mereka mengobrol tentang penampilan baru rambut Akung. Rambutnya sudah hilang 🤣. Disini Kamila belajar kosakata baru, yaitu kata "gundul" dan "botak".


Aduh Kamila, Akung jangan diketawain, dong!

Comments

Popular posts from this blog

Menu Makanan

Beribadah

Perasaan Papa