Day 10: Perasaan Mama

By Mama

Bagaimana perasaan saya sejak pertama menulis jurnal? 


Karena menulis jurnal dimulai tepat 6 hari sejak saya operasi caesar, jadi banyak perasaan yang bercampur aduk. Ditambah setelah pulang dari Tetum pada hari Senin, 7 Juli 2021, esoknya Papa sakit dan disusul oleh Kamila.


Bahagia, takut, sakit, bingung, tegang, lelah, bersemangat sekaligus cemas, itulah perasaan-perasaan yang muncul pada 2 minggu terakhir ini. Bahagia karena adik Aruna dalam keadaan sehat, takut karena jahitan masih terasa nyeri, tegang dan lelah karena kurang tidur, bersemangat karena kakak Kamila mau masuk SD, cemas dan sedih karena Papa sakit lalu Kamila juga ikut sakit jadinya aktivitas untuk Kamila banyak yang tertunda. Saya sendiri sudah mulai menulis jurnal pada hari kedua dan saya tulis di google document, karena kami belum membuat blog. Setelah membuat blog pun saya pun masih lambat dalam menulis jurnal. Saya belum bisa mengikuti jadwal harian yang sudah ditentukan.


Karena sakitnya, assessment day untuk Kamila juga tertunda. Saat tahu Kamila tidak jadi ke sekolah Senin kemarin, ia merasa sedih dan kecewa. Setiap hari ia akan bertanya "Besok Kamila ke sekolah ya?". Saya sedih saat mendengarnya, karena saya tahu betapa bersemangatnya Kamila kalau pergi ke sekolah. Dengan pelan-pelan kami menjelaskan kenapa ia belum bisa ke sekolah.


Saya bersyukur suami selalu membantu pekerjaan rumah walau sedang sakit. Saya juga besyukur bapak saya (Akung) ada disini menemani, mengurus dan menghibur Kamila disaat kondisi saya masih belum fit (saya juga sempat sakit) dan harus mengurus adik Aruna.


Walau dalam keadaan sakit, semangat Kamila untuk beraktifitas masih kuat. Ia masih bermain dengan boneka bayinya yang ia namakan Elsa, dan bermain game mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan dan disepakati bersama. Kalau adik Aruna berjemur matahari pagi, ia akan minta untuk ikut keluar membawa skuternya dan keliling taman. Kamila juga sangat peduli dan sayang dengan adik Aruna. Kalau adik Aruna menangis, ia akan meminta izin Mama untuk menemani (dengan menggunakan masker) dan akan mencoba menenangkan adiknya dengan bernyanyi atau sekedar mengelus-elus rambutnya. 


Saya sendiri juga kadang merasa sedih tidak bisa menemani Kamila sesering sebelumnya. Saat masih hamil tua saya masih bisa menemani Kamila membaca, bermain, mengerjakan tugas sekolah, jalan-jalan bersama di taman, menunggu Kamila berenang, menyiapkan makannya, hingga menemaninya tidur, walau saya masih bekerja dari rumah. 


Saat ini saya masih fokus mengurus adik Aruna dan memulihkan diri, sambil sesekali mencoba tetap menemani Kamila kalau ada waktu. Semoga saat kondisi sudah membaik dan normal, saya dan suami bisa membagi waktu dengan baik untuk Kamila, Aruna dan pekerjaan nantinya bila cuti saya sudah habis. 

Comments

Popular posts from this blog

Menu Makanan

Beribadah

Perasaan Papa