Day 13: Kemandirian Kamila

By Mama

Akung datang ke Jakarta hanya selang beberapa hari sebelum jadwal operasi cesar saya. Tujuan utama Akung datang adalah menemani dan mengurus Kamila saat saya di rumah sakit dan masa pemulihan. Kamila sangat bahagia dengan kedatangan Akungnya, terlihat sekali dari binar wajahnya yang selalu tersenyum lebar. Kamila memiliki hubungan yang sangat spesial dengan Akungnya. Akung yang memanjakan Kamila sejak kecil. 


Namun, dengan adanya Akung disini kekhawatiran saya terbukti. Kedatangan Akung yang memanjakan Kamila berpengaruh ke kebiasaan dan kemandirian Kamila. Terutama kebiasaan makan sendiri. Yap, sejak kedatangan Akung, Kamila selalu minta disuapin. Karena Akung hanya sementara disini dan Kamila sudah berjanji untuk kembali makan sendiri setelah Akung pulang, saya maklumi saja, toh ini kesempatan langka untuk Kamila bermanja-manja ke Akungnya.


Pernah ada kejadian lucu yang berhubungan dengan makan ini. Kami (saya dan suami) melakukan video call dari rumah sakit untuk memberi kabar kondisi saya dan menanyakan kabar Kamila dan Akung di rumah. 


Mama :"Kamila sudah makan belum?"

Kamila:"Sudaaaahh… 2 kaliii… DISUAPIN! Hahahaha!!" (dengan senyum lebar penuh kepuasan).

Papa langsung ketawa. Saya menahan tawa setengah mati karena baru beberapa jam setelah operasi. 


Tapi saya bersyukur, kebiasaan dan kemandirian Kamila lainnya masih berjalan, seperti; menaruh pakaian kotor di tempatnya, mandi, menggosok gigi sendiri pada waktunya (pagi, sore dan sebelum tidur), BAK/BAB sendiri. Apabila ada tugas dari Pra SD (matematika, menulis) ia akan mencoba mengerjakan sendiri dulu sebisanya, setelah selesai ia akan meminta Mama untuk memeriksa apakah sudah benar semua atau ada yang salah.


Saya jadi teringat kemandirian Kamila ketika masih di Jogja.


"Kamila aja Mama yang cuci celana dalamnya." 

"Kamila aja yang jemur ya, Mama."

"Kamila yang cuci piring Kamila sendiri ya. Kamila sudah bisa kok, Mama."

"Kamila saja yang potong brokoli dan wortelnya."


Itulah beberapa kalimat yang sering diucapkan Kamila saat ia ingin melakukan/membantu pekerjaan rumah. Ya, Kamila dulu suka membantu Mama mencuci pakain dalamnya (pakaian lain di laundry) , menjemur hingga melipatnya. Memang perlu kesabaran dan waktu untuk mengajarinya mencuci, menjemur dan melipat dengan benar (walau saya secara diam-diam kadang masih mencuci ulang atau menata ulang jemurannya hehe), tapi saya sudah bahagia sekali dengan niatnya untuk mau belajar dan bertanggung jawab dengan barangnya sendiri. 


Namun, sejak pindah ke Jakarta mencuci dan menjemur sudah tidak dilakukan Kamila lagi karena sekarang ada mesin cuci. Kami tinggal di lantai 20, tentu saja saya tidak berani membiarkan Kamila menjemur pakaian di balkon. Bakal dag dig dug jantung saya…. 


Comments

Popular posts from this blog

Menu Makanan

Beribadah

Perasaan Papa