Day 14: Perasaan dalam menulis

By Mama

Menulis sebenarnya bukan hal baru bagi saya. Saya sering menulis cerita fiksi dan dokumen guidelines untuk membuat aset gambar untuk game. Namun, menulis jurnal seperti yang ditugaskan oleh kakak Tetum merupakan hal yang baru bagi saya dan suami. Begitu juga dengan membuat blog. 


Karena jurnal ini berdasarkan pengalaman yang nyata dan bukan fiksi yang bisa kita ciptakan sesuka kita, saya merasa agak kesulitan mengingat dan menyusun kata/kalimat untuk kontennya. Muncul pertanyaan dan perasaan tak menentu saat membacanya kembali. Apakah konten tulisan sudah sesuai dengan prompt? Apakah sudah sesuai dengan pengalaman yang saya/suami/Kamila alami? Apakah mudah dipahami oleh pembaca? Apakah keterlambatan mempost jurnal bakal jadi masalah nantinya dalam proses penerimaan Kamila?


Kami sadar bahwa kami masih memiliki banyak kekurangan dalam penulisan jurnal ini. Tapi setelah menulis dan membacanya kembali saya merasa menulis jurnal adalah cara yang tepat untuk mengukir pengalaman kami sebagai keluarga. Dengan jurnal ini, kami bisa menengok kembali hal-hal atau pengalaman lampau, menjadikannya pembelajaran untuk perkembangan keluarga kami kedepannya.


Terima kasih kakak-kaka Tetum Bunaya telah memberikan kami tugas menulis jurnal. Dengan ini kami menyadari bahwa menulis jurnal sangat bermanfaat bagi keluarga kami dan kami pasti akan melanjutkannya lagi. 

Comments

Popular posts from this blog

Menu Makanan

Beribadah

Perasaan Papa