Day 6: Mengobrol dengan Kamila

By Mama

Jujur, sejak Adik Aruna lahir saya jarang mengobrol dengan Kamila. Selain karena saya fokus ke adik Aruna, Kamila juga sedang sakit batuk & pilek dan kami sengaja meminta Kamila untuk mengurangi banyak bicara. Karena kalau sudah banyak bicara dia tersedak dan batuk-batuk. 


Dengan frekuensi ngobrol yang berkurang, ada beberapa topik yang selalu ditanyakan Kamila kepada saya berulang-ulang.


K: Kapan ke rumah Kamila (Jogja)? Kapan ke rumah Akung (Solo)?

M: Nanti kalau adik Aruna sudah kuat perjalanan jauh ya. Kamila suka rumah Kamila kenapa? 

K: Tempat tidur Kamila besar (tingkat) disini tempat tidurnya kecil je… (jawabnya dengan yakin).

K: Ulang tahun Kamila nanti di rumah Akung ya biar dapat banyak present (ulang tahun Kamila tanggal 4 Juli).

M: Adik masih terlalu kecil, baru usia 1 bulan itu, belum bisa perjalanan jauh. Ulang tahun Kamila nanti di Jakarta saja, lalu ke rumah Akung bulan Agustus saja ya? 


Raut mukanya berubah kecewa, tapi Kamila tidak protes sama sekali. Saya yakin Kamila paham dan maklum dengan ucapan saya tentang adiknya tapi disisi lain ia juga kecewa karena tidak bisa merayakan ulang tahunnya di rumah Akung dengan saudara sepupunya.


M: Nanti ulang tahunnya Kamila 2 kali saja, Juli di rumah Kamila, Agustus di rumah Akung. Gimana? 

K: Ya sudah wes, ulang tahun Kamila 2 kali saja. Nanti present nya juga 2 kali ya….

M: Waduuh…. 


Sebelum pandemik, waktu Kamila masih masuk sekolah di TK dan bermain dengan teman-temannya, Mama yang akan menjemput setiap hari dengan motor. Saat di motor, sambil melaju pelan-pelan kami mengobrol tentang kegiatan dengan temannya atau apa yang terjadi di sekolah. Misal ada yang ulang tahun, ada yang sakit, ada teman yang nakal, bermain sama Miss Yayuk (terapis).


Kamila itu anak yang rasa penasarannya tinggi dan cukup cerewet. Kalau main game atau nonton video ia akan membuat narasi antar karakter sendiri. Kalau ada hal yang membuatnya penasaran, ia akan terus bertanya sampai ia mendapat jawaban yang masuk akal baginya.


Sebelum adik Aruna lahir, Mama dan Papa gantian menemani Kamila siap-siap tidur. Siap-siap disini adalah mengobrol, membaca buku cerita, memijat/mengoles minyak kutus-kutus ke badan Kamila dan berdoa bersama. Setelah Kamila tidur, kami tinggalkan dia untuk tidur sendiri. 


Sekarang dengan adanya Akung, Kamila selalu tidur ditemani Akung. Setiap malam, dari kamar saya, terdengar sedikit suara obrolan antara Kamila dan Akung. Kadang saya penasaran dengan apa yang mereka obrolin.

Comments

Popular posts from this blog

Menu Makanan

Beribadah

Perasaan Papa